SMA Muhammadiyah 4 Depok Dorong Pelajar Menulis Ilmiah



NESIAPOS, DEPOK – Karya tulis ilmiah merupakan tugas yang biasanya diberikan kepada mahasiswa. Namun, dalam rangka mendorong terciptanya iklim akademis di kalangan pelajar, SMA Muhammadiyah 4 Depok menggelar sidang karya tulis ilmiah siswa, Kamis-Jumat (15-16/6). Tugas berupa membuat karya tulis ilmiah (KTI) ini merupakan salah satu syarat bagi siswa yang akan naik kelas dari kelas XI ke kelas XII.

Ali Wartadinata, guru kemuhammadiyahan SMA Muhammadiyah 4 Depok yang juga menjadi penguji KTI menceritakan bahwa para siswa menyampaikan presentasi dengan baik dan menjawab pertanyaan dengan cukup baik. “Dalam beberapa pertanyaan saya menggunakan bahasa Inggris dengan terlebih dahulu menanyakan kesiapan mereka untuk menjawab dalam bahasa Inggris, dan mereka menjawab insyaallah siap,” ujarnya, Jumat (16/6).

Menurut Ali, proses sidang KTI ini menjadi salah satu langkah menemukan potensi dan skill peserta didik. “Dan dari mereka, saya menemukan apa yang harus disiapkan untuk meretas jalan misi sekolah yang di misi nomor dua, yakni menyelenggarakan pembelajaran bilingual (bahasa Inggris dan Arab selain bahasa Indonesia),” kata dia, Jumat (16/6).

Sementara itu, guru bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 4 Depok yang juga menjadi penguji, Mela Santika, mengungkapkan, pembuatan karya tulis ilmiah siswa ini akan memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan mendasar tentang bagaimana membuat karya tulis ilmiah.

“Utamanya dalam membangun nalar akademis yang baik, bagaimana mencari teori, mengutip sumber, dan berbicara dengan data. Hal itu penting untuk membangun nalar intelektual peserta didik,” kata dia.

Selain itu, para siswa juga dapat mengembangkan keterampilan dalam penggunaan media berbasis IT. “Di sini para peserta didik juga mendapat skill lebih dalam mengoperasikan Ms Word, Power Point, dan sebagainya. Karena mau tidak mau, mereka akan membuat perangkat untuk presentasi yang menarik di depan penguji,” ujar Mela, Jumat (16/6).

Dalam kesempatan yang sama, guru bahasa Inggris SMA Muhammadiyah 4 Depok yang juga pembimbing KTI siswa, Rabiatul Awaliyah, menceritakan, dalam proses bimbingan para peserta didik begitu bersemangat.

“Saat bimbingan, mereka semangat sekali. Dari yang awalnya tak bisa mengetik di Word jadi bisa. Mereka juga jadi belajar bagaimana cara membuat daftar isi, daftar pustaka, membuat footnote yang rapi. Intinya mereka senang karena bisa belajar bagaimana teknis menulis ilmiah dengan baik,” ungkapnya, Jumat (16/6).

Rabiatul mengaku merasa bangga bisa membimbing para siswa membuat karya tulis ilmiah. “Apalagi, apa yang didapatkan dari proses ini akan sangat berguna masa mereka kuliah nanti. SMAM 4 selalu melaksanakan KTI setiap tahun sebagai bekal bagi para peserta didik. Alumni kami tidak akan merasa kesulitan membuat makalah ataupun karya ilmiah lainnya, karena sudah memiliki pengalaman dengan tugas ini,” ungkapnya.

0 Komentar